JAKARTA, Sisipublik.id - Pola komunikasi masyarakat Indonesia saat ini menempatkan media sosial sebagai sumber informasi utama, termasuk dalam memantau kinerja para pejabat publik. Sebuah utas viral di platform Instagram mencatat daftar 10 gubernur dengan kinerja terbaik tahun 2026 berdasarkan persepsi dan kriteria penilaian generasi muda. Dalam daftar tersebut, masuk nama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Berdasar data survei tersebut, Sisipublik.id ingin mengangkat kebijakan-kebijakan Bobby Nasution, sejak menjabat Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut, yang mendapat perhatian warganet. Kebijakan tersebut antara lain:
Saat menjabat Wali Kota Medan, Bobby Nasution membuat inovasi berupa penerapan sistem E-Parking atau pembayaran parkir secara non-tunai. Kebijakan ini dihadirkan sebagai langkah terobosan untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) yang lama dikeluhkan warga sekaligus menekan tingkat kebocoran anggaran retribusi daerah. Hasil penerapan digitalisasi parkir tersebut terbukti sangat nyata dalam meningkatkan penerimaan kas daerah secara transparan. Pada tahun 2021, retribusi parkir yang tercatat hanya berada di angka Rp14 miliar. Namun, pascapenerapan sistem E-Parking secara bertahap, angka retribusi tersebut melonjak drastis hingga mencapai Rp25,5 miliar pada tahun 2023. Seluruh dana masuk secara otomatis dan transparan ke kas daerah, membuktikan bahwa modernisasi sistem mampu meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus menciptakan ketertiban umum.
Pada sektor infrastruktur dan penataan lingkungan, akselerasi pembangunan Bendungan Lau Simeme yang menelan nilai investasi sebesar Rp1,75 triliun menjadi terobosan strategis yang dinantikan masyarakat. Keberadaan bendungan ini difungsikan sebagai pengatur debit air terpadu guna menanggulangi ancaman banjir berkepanjangan di wilayah strategis. Berdasarkan kalkulasi teknis, Bendungan Lau Simeme diproyeksikan memiliki efektivitas tinggi dalam mereduksi potensi luapan banjir hingga 40 persen di seluruh kawasan Medan Raya. Selain menjadi solusi penanggulangan banjir jangka panjang, bendungan ini juga disiapkan sebagai sumber utama penyedia air bersih bagi jutaan warga Sumatera Utara. Keberhasilan mendorong penyelesaian proyek infrastruktur berskala besar ini menjadi salah satu alasan utama warganet memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemprov Sumut.
Dalam bidang jaminan sosial dan kesehatan, keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas menjadi pilar utama penjaminan kepastian layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan inovatif ini memungkinkan seluruh warga Sumatera Utara mendapatkan akses pengobatan medis secara gratis di fasilitas kesehatan cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sejalan dengan kemudahan akses kesehatan, Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution juga memperkuat sistem aduan publik terintegrasi melalui program CERDAS (Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif) sebagaimana dilaporkan Diskominfo Provsu. Melalui integrasi saluran aduan ini, setiap laporan atau kendala yang disampaikan warga melalui media sosial langsung direspons dan ditindaklanjuti secara cepat oleh jajaran dinas terkait di lapangan
Persepsi positif anak muda terhadap kinerja Gubernur Sumatera Utara sehingga masuk 10 besar daftar gubernur yang dipersepsikan memiliki kinerja terbaik, merupakan hasil sinergi antara aksi cepat di lapangan dan perumusan kebijakan berbasis data. Melalui pengawalan bersama antara pemerintah dan warganet, transparansi publik di Sumatera Utara kini memasuki era baru yang lebih terbuka. Dampak positif dari peningkatan retribusi daerah, ketahanan dari bencana banjir, hingga kepastian jaminan kesehatan gratis menjadi bukti nyata bahwa kebijakan publik yang inklusif mampu membawa kemajuan signifikan bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara




