Sisi Daerah

Heat Pump Buktikan Dekarbonisasi Industri Bisa Untungkan Bisnis, SETI Dorong Replikasi di Berbagai Sektor

Teknologi heat pump membuktikan bahwa dekarbonisasi industri di Indonesia tidak lagi sebatas target jangka panjang, melainkan solusi yang dapat diterapkan saat ini. Melalui proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI), implementasi heat pump menunjukkan bahwa efisiensi energi mampu berjalan beriringan dengan penghematan biaya produksi dan penurunan emisi karbon.

4 Agustus 2026•7 Kali Dilihat
Oleh: MG
SETI

Kredit: Arsip Sisipublik.id / Leli Q

KARAWANG, Sisipublik.id — Dekarbonisasi industri tidak selalu identik dengan biaya besar dan investasi yang rumit. Implementasi teknologi heat pump di PT Freyabadi Indotama membuktikan bahwa efisiensi energi justru dapat menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menurunkan emisi karbon secara signifikan. Melalui proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), penerapan sistem heat pump di perusahaan manufaktur tersebut diperkirakan mampu menekan emisi hingga 145,5 ton CO₂ per tahun serta menghemat biaya operasional produksi mencapai Rp744,2 juta setiap tahunnya. Sektor manufaktur hingga saat ini masih menjadi salah satu konsumen energi terbesar di Indonesia, terutama untuk kebutuhan panas proses produksi yang sebagian besar bergantung pada bahan bakar fosil. Ketergantungan tersebut tidak hanya meningkatkan emisi gas rumah kaca, melainkan juga menambah beban biaya operasional perusahaan. Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, menyatakan bahwa efisiensi energi merupakan salah satu instrumen penting dalam mencapai target penurunan emisi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri.


“Berbagai hasil audit energi menunjukkan bahwa penerapan teknologi efisiensi energi mampu menurunkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan. Pemerintah memproyeksikan efisiensi energi dapat berkontribusi sekitar 37 persen terhadap target penurunan emisi sektor energi pada 2030. Oleh karena itu, implementasi teknologi yang terbukti memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan perlu terus diperluas,” ujar Gigih kepada Sisipublik.id. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi yang mewajibkan perusahaan melakukan audit energi secara berkala serta menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan.

Strategi Bisnis dan Bukti Efisiensi Industri

Koordinator Dekarbonisasi Sektor Industri dan Bangunan Gedung Proyek SETI dari Program Energi GIZ Indonesia & ASEAN, Johannes Anhorn, menilai pengalaman implementasi di PT Freyabadi Indotama menjadi bukti bahwa efisiensi energi bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi bisnis yang mampu meningkatkan daya saing. “Biaya energi dapat menyumbang sekitar 20 hingga 30 persen dari total biaya produksi industri. Oleh karena itu, efisiensi energi merupakan langkah strategis untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan daya saing. Pengalaman di PT Freyabadi Indotama menunjukkan bahwa teknologi yang tersedia saat ini sudah mampu menghasilkan manfaat yang nyata dan terukur,” jelas Johannes. Menurutnya, minimnya contoh implementasi yang berhasil sering kali menjadi hambatan bagi industri untuk berinvestasi pada teknologi rendah karbon, sehingga proyek percontohan seperti SETI sangat penting untuk menyediakan bukti teknis dan finansial demi meningkatkan kepercayaan pelaku industri.

Arsip Sisipublik.id / Leli Q

Factory Manager PT Freyabadi Indotama, Adi Christian, menjelaskan bahwa penerapan heat pump merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun operasional yang lebih berkelanjutan. “Perjalanan kami dimulai dari berbagai inisiatif efisiensi energi, termasuk pemasangan panel surya. Melalui program SETI, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai pilihan teknologi dan akhirnya memutuskan untuk mengimplementasikan heat pump sebagai salah satu solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan,” ungkapnya. Adi menegaskan bahwa dukungan SETI membantu perusahaan memahami aspek teknis dan finansial sebelum implementasi dilakukan, meskipun keputusan investasi tetap sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan bisnis dan operasional perusahaan.


Sementara itu, selaku penyedia teknologi, Mohamad Ubaidillah dari PT Cakrawana Adi Perkasa menjelaskan bahwa evaluasi awal menunjukkan performa sistem yang sangat menjanjikan. “Berdasarkan hasil evaluasi implementasi proyek SETI di PT Freyabadi Indotama, sistem heat pump dengan Coefficient of Performance (COP) 3,47 diperkirakan mampu menurunkan emisi sebesar 145,5 ton CO₂ per tahun dan menghasilkan penghematan biaya operasional produksi hingga Rp744,2 juta per tahun,” paparnya.

Keberhasilan implementasi tersebut menunjukkan bahwa dekarbonisasi industri dapat dimulai dari teknologi yang telah tersedia, teruji, dan memiliki manfaat ekonomi yang jelas. Melalui proyek SETI, pengalaman PT Freyabadi Indotama diharapkan dapat menjadi referensi bagi lebih banyak perusahaan untuk mengevaluasi peluang efisiensi energi di fasilitas produksinya. Di tengah meningkatnya tuntutan keberlanjutan dalam rantai pasok global, adopsi teknologi rendah karbon diperkirakan akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga daya saing industri Indonesia di masa depan.

Artikel Terkait

Runtuhnya Politik Uang

Runtuhnya Politik Uang

Di tengah anggapan Pilkades identik dengan kekuatan uang dan jaringan elite, seorang pemilah sampah justru membuat kejutan di Cikarang Barat. Tanpa latar belakang elite politik, Surya bin Sarmad berhasil menumbangkan petahana Subur Rustadi dalam Pilkades Mekarwangi dengan selisih hanya 92 suara. Kemenangannya membuka pertanyaan: apakah uang mulai kehilangan daya tawarnya dalam politik desa, atau justru modal sosial sedang menemukan kekuatannya?

25 Sep 2026
Gebrakan Gubernur Pramono Anung yang Bikin Warganet Gaduh Sekaligus Terkesima

Gebrakan Gubernur Pramono Anung yang Bikin Warganet Gaduh Sekaligus Terkesima

Kantor Gubernur DKI Jakarta kini tak lagi hanya berdiri kokoh di Balai Kota, melainkan telah berpindah ke dalam genggaman tangan setiap warga. Di bawah kepemimpinan Pramono Anung, kebijakan publik tak lagi hanya soal birokrasi kaku, melainkan sebuah narasi digital yang diuji secara real-time oleh jempol warganet. Pramono telah bertransformasi menjadi "Gubernur Digital"—seorang pemimpin yang responsif, tak jarang memicu perdebatan, namun tetap menjadikan ruang siber sebagai kompas kebijakan. Salah satu bukti nyata gaya kepemimpinan ini terlihat saat alam mengirimkan ancaman serius yang menuntut aksi cepat dalam hitungan jam.

25 Sep 2026
Akibat Kebijakan yang Melupakan Sejarah Bencana

Akibat Kebijakan yang Melupakan Sejarah Bencana

Tragedi banjir bandang di Solok dan bencana di Palu menjadi bukti nyata akibat dari pengabaian sejarah bencana dalam kebijakan tata ruang. Pembelajaran dari kearifan lokal Smong di Simeulue menegaskan pentingnya mengintegrasikan rekam jejak historis bencana ke dalam perencanaan tata ruang demi keselamatan jiwa dan pembangunan yang berkelanjutan.

24 Sep 2026
Swasembada Pangan Tapi Petani Masih Cemas

Swasembada Pangan Tapi Petani Masih Cemas

Indonesia disebut menuju swasembada pangan. Di balik angka produksi yang terus digenjot, petani masih berhadapan dengan persoalan lama: harga gabah, biaya produksi, sempitnya lahan, dan ketidakpastian pendapatan.

23 Sep 2026